KKP dan China Dorong Optimalisasi Perikanan Laut Arafura dengan 33 Kapal

Salsa Khoirunnisa Ramadhani
• • 2 mnt baca
KKP dan China Dorong Optimalisasi Perikanan Laut Arafura dengan 33 Kapal

Foto: Dokumentasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

KKP menggandeng China untuk mengoptimalkan potensi perikanan Laut Arafura dengan menyiapkan 33 kapal. Kerja sama ini ditujukan untuk meningkatkan produksi, ekonomi daerah, dan rantai pasok perikanan dengan tetap mengedepankan keberlanjutan serta pengawasan terhadap IUU fishing.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalin kerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok (China) untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi perikanan tangkap di perairan Laut Arafura. Kerja sama bilateral ini diarahkan untuk meningkatkan produksi perikanan nasional sekaligus mendorong perekonomian daerah dan memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari implementasi kerja sama tersebut, sebanyak 33 kapal perikanan disiapkan untuk beroperasi di perairan Laut Arafura. Pengerahan armada ini menjadi langkah teknis untuk mendukung pemanfaatan sumber daya perikanan secara lebih terukur dan produktif, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku serta kepentingan perekonomian nasional.

Laut Arafura merupakan salah satu kawasan perairan yang memiliki potensi sumber daya ikan cukup besar. Karena itu, pengelolaannya membutuhkan dukungan teknologi, investasi, serta pengawasan yang memadai agar pemanfaatannya dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem laut.

Dalam pelaksanaannya, kerja sama KKP dengan mitra dari China diarahkan untuk tetap mengikuti regulasi nasional dan prinsip pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Pengawasan juga menjadi bagian penting dalam operasional armada untuk memastikan kegiatan penangkapan berlangsung sesuai ketentuan serta mencegah praktik illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing.

Optimalisasi aktivitas penangkapan ikan di Laut Arafura juga diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas terhadap rantai pasok industri perikanan, khususnya di kawasan timur Indonesia. Hasil tangkapan dapat mendukung ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan, cold storage, serta memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Melalui kerja sama tersebut, KKP melihat adanya peluang untuk memperkuat aktivitas ekonomi di daerah sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Pemanfaatan potensi perikanan secara optimal diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi sektor kelautan dan perikanan serta memperkuat peran Indonesia dalam industri perikanan di tingkat regional dan internasional.

More News

Semua →