KNMP Ditargetkan Capai 2.000 Titik, Apa Dampaknya bagi Nelayan?

Salsa Khoirunnisa Ramadhani
• • 2 mnt baca
KNMP Ditargetkan Capai 2.000 Titik, Apa Dampaknya bagi Nelayan?

Foto: Dokumentasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

KNMP akan diperluas hingga 2.000 titik pada 2027. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan kawasan nelayan, tetapi juga pada peningkatan pendapatan, keterampilan, dan akses pasar.

Jakarta, 30 September 2026 — Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) akan diperluas. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan KNMP mencapai 2.000 lokasi di seluruh Indonesia pada 2027, setelah program tersebut menunjukkan perkembangan positif di sejumlah daerah. Di Sinjai, Sulawesi Selatan, misalnya, pendapatan nelayan dilaporkan meningkat hampir dua kali lipat sejak KNMP mulai beroperasi.

Perubahan tersebut terlihat dari aktivitas ekonomi yang semakin berkembang di kawasan KNMP. Di Tongke-Tongke, Sinjai, sebanyak 77 ton tuna loin telah dikirim ke Jakarta. Pengiriman ini menunjukkan bahwa hasil tangkapan nelayan tidak berhenti di tempat pendaratan, tetapi mulai masuk ke rantai pengolahan dan pasar yang lebih luas.

KNMP juga mulai mendorong peningkatan kemampuan nelayan. Di Tuban dan Malang, Jawa Timur, PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) memfasilitasi Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN) bagi 70 nelayan. Sertifikasi ini berkaitan dengan peningkatan keterampilan nelayan, termasuk keselamatan pelayaran dan kemampuan dalam mengoperasikan armada penangkapan ikan.

Selain kemampuan nelayan, penanganan hasil tangkapan menjadi bagian penting yang perlu diperkuat. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menyoroti kebutuhan fasilitas rantai dingin (cold chain) untuk membantu menjaga kualitas ikan setelah ditangkap. Ketersediaan fasilitas pendingin juga dinilai dapat membantu mengurangi tekanan akibat perubahan harga ikan di tingkat nelayan.

Penguatan rantai dingin diharapkan tidak hanya tersedia di tempat pendaratan, tetapi terhubung dengan proses distribusi hingga ke pasar dan industri pengolahan. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, ikan dapat tetap terjaga kualitasnya selama perjalanan dari nelayan menuju konsumen.

Upaya memperkuat KNMP juga dilakukan melalui peninjauan langsung ke daerah. Menteri Kelautan dan Perikanan bersama Menteri Koperasi sebelumnya mengunjungi KNMP di Sinjai untuk melihat kondisi sekaligus mendengarkan kebutuhan nelayan. Hasil kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk memperkuat fasilitas, koperasi nelayan, dan penanganan hasil tangkapan.

Perluasan hingga 2.000 lokasi nantinya tidak hanya menyangkut pembangunan fasilitas fisik. Penguatan keterampilan nelayan, rantai dingin, pengolahan, dan akses pasar menjadi bagian yang saling berkaitan agar KNMP dapat mendukung kegiatan nelayan dari laut hingga ke pasar.

More News

Semua →