Dari Laut Indonesia ke Pasar China-Jepang, KKP Perkuat Budi Daya Lobster dan Rumput Laut

Salsa Khoirunnisa Ramadhani
• • 2 mnt baca
Dari Laut Indonesia ke Pasar China-Jepang, KKP Perkuat Budi Daya Lobster dan Rumput Laut

Foto: Dokumentasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

KKP memperluas budi daya lobster ke Situbondo dan Lombok untuk mengincar pasar ekspor China dan Jepang, serta memastikan pemecahan masalah pakan, benih, dan pengembangan rumput laut ramah lingkungan di Karimunjawa.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat sektor perikanan budi daya nasional dengan memperluas sentra produksi komoditas bernilai ekonomi tinggi, sekaligus membenahi kebutuhan utama pembudi daya seperti pakan dan benih. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global, khususnya China dan Jepang, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah lobster. Berdasarkan pemberitaan CNBC Indonesia, KKP memperluas sentra budi daya lobster ke sejumlah wilayah potensial, termasuk Situbondo dan Lombok. Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki kondisi perairan yang mendukung pengembangan budi daya lobster.

Perluasan sentra ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan lobster dari sisi jumlah, kualitas, dan keberlanjutan pasokan. Dengan produksi yang lebih terarah, kebutuhan pasar ekspor diharapkan dapat dipenuhi tanpa mengabaikan pengelolaan budi daya yang berkelanjutan.

Di sisi lain, pengembangan budi daya masih menghadapi tantangan pada tingkat hulu, terutama ketersediaan pakan dan benih berkualitas. KKP menyiapkan langkah untuk mengatasi persoalan tersebut, baik bagi pembudi daya lobster maupun udang. Ketersediaan input produksi yang lebih baik diharapkan dapat membantu pembudi daya menekan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi usaha.

Penguatan akuakultur juga tidak hanya diarahkan pada komoditas lobster dan udang. KKP turut mengembangkan budi daya rumput laut dengan pendekatan yang memperhatikan kondisi lingkungan. Di Kepulauan Karimunjawa, program modeling budi daya rumput laut dirancang dengan prinsip ramah lingkungan dan mempertimbangkan daya dukung ekosistem pesisir, sebagaimana diberitakan Antara News.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produksi perikanan budi daya tidak hanya berkaitan dengan pencapaian ekonomi, tetapi juga dengan bagaimana sumber daya laut dikelola secara berkelanjutan. Pengembangan kawasan produksi, pembenahan rantai pasok, serta penerapan budi daya yang memperhatikan lingkungan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem akuakultur yang lebih kuat.

Melalui langkah tersebut, KKP mendorong agar potensi perikanan budi daya Indonesia dapat berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah sentra produksi. Peningkatan daya saing ekspor berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan.

More News

Semua →