Pasar Seafood Global Memanas: Salmon Norwegia Naik, Udang Ekuador Hadapi Tekanan

Salsa Khoirunnisa Ramadhani
• • 2 mnt baca
Pasar Seafood Global Memanas: Salmon Norwegia Naik, Udang Ekuador Hadapi Tekanan

Foto: Dokumentasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Pasar seafood global kembali bergerak dengan perkembangan berbeda di sejumlah komoditas. Harga salmon Norwegia menunjukkan penguatan, sementara udang Ekuador menghadapi tekanan pasar. Di tengah perubahan tersebut, kontrak USDA senilai USD 20 juta turut menjadi perhatian dan mencerminkan dinamika permintaan serta perdagangan seafood global.

Pasar makanan laut global - September 2026 menunjukkan pergerakan yang beragam. Harga salmon Atlantik asal Norwegia menguat karena meningkatnya permintaan di Tiongkok, sementara komoditas udang menghadapi tekanan di sejumlah pasar. Di tengah kondisi tersebut, pelaku industri juga mulai memperluas pasar, memperbaiki acuan harga, dan memanfaatkan kebijakan pengadaan pangan di negara tujuan.

Harga salmon Norwegia menjadi salah satu perkembangan yang menonjol. IntraFish melaporkan bahwa momentum perayaan dan liburan di Tiongkok mendorong peningkatan permintaan, terutama untuk salmon berukuran besar, sehingga harganya ikut menguat. Tiongkok dan Polandia juga kembali menjadi pasar ekspor utama salmon Norwegia, baik dari sisi volume maupun nilai ekspor, menurut SeafoodSource.

Norwegia kemudian melihat peluang lain di Polandia melalui tradisi konsumsi ikan saat Natal. Ikan mas selama ini menjadi salah satu makanan yang lekat dengan perayaan tersebut. Untuk memperluas pasar, Norwegia mulai menyasar momentum ini dengan memperkenalkan salmon sebagai pilihan bagi konsumen Polandia. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan ekspor salmon segar dan olahan ke negara tersebut, sebagaimana dilaporkan Undercurrent News.

Di pasar udang, situasinya berbeda. Udang asal Ekuador yang dikirim ke Tiongkok sedang menghadapi tekanan harga, terutama untuk ukuran besar. Kondisi pasar yang ketat serta perubahan permintaan dan pasokan di Tiongkok turut memengaruhi pergerakan harga komoditas tersebut.

Sementara itu, perdagangan udang merah Argentina di Eropa mulai mendapat perhatian melalui usulan penilaian harga baru di tingkat ex-cold store atau gudang pendingin di Spanyol. Penilaian tersebut ditujukan untuk udang merah jenis Head-On, Shell-On (HOSO) dan diharapkan dapat memberikan acuan harga yang lebih jelas serta meningkatkan transparansi dalam rantai distribusinya di pasar Eropa.

Di Amerika Serikat, pemerintah turut menjaga permintaan udang melalui program pengadaan pangan. Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memberikan kontrak pengadaan udang senilai hampir USD 20 juta. Sebanyak 187.500 kotak udang berhasil mendapatkan kontrak, sementara sekitar 49.500 kotak lainnya belum memperoleh kontrak, menurut IntraFish.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bagaimana pasar makanan laut global terus berubah mengikuti permintaan, harga, strategi pemasaran, dan kebijakan di masing-masing negara. Bagi pelaku perdagangan perikanan, perubahan di berbagai pasar ini menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan komoditas makanan laut dunia.

More News

Semua →